Laman

Senin, 14 Maret 2011

metedologi penelitian kualitatif

A. Perbedaan antara paradigma Interpretif, Kritis, Posmodern dan Religius
• Paradigma interpretif adalah suatu pendekatan untuk mencari penjelasan tentang kejadian-kejadian yang terjadi pada objek penelitian dengan menggunakan persfektif pengalaman subjek yang di teliti pendekatan ini melihat fakta sebagai sesuatu yang unik dan makana khusus untuk memahami makana social sesuai dengan cirri-ciri paragdima interpretif yang menggunakan rasa/emosi/batin dan tidak mementingkan tingkat kelogisan objek penelitian
• Paradigma kritis merupakan usaha untuk melakukan analisa secara tajam dan teliti terhadap realitas yang terjadi pendekatan paradigma kritis ini lebih menggunakan fakta-fakta yang terjadi dan lebih menggunakan logika dalam memahami makna social.
• Paradigma postmodern lebih mengutamakan pembuatan “Hal-hal baru” sebagai bentuk dari ketidak puasan terhadap kebenaran yang sudah ada, paradigma ini memasukkan nilai-nilai budaya local dan melihat konspirasi budaya yang dominan untuk menciptakan sebuah perspektif dalam penelitian.
• Paradigma Religius merupakan pendekatan dalam metode penelitian dengan menggabungkan wahyu, rasio, emosi/batin/rasa dalam proses penelitian dengan menggunakan wahyu sebagai sumber dari penelitian.
B. Masalah yang di teliti
Pada akhir-akhir ini banyak terjadi konflik yang diakibatkan oleh aliran-aliran sesat bahkan nabi-nabi palsu fenomena ini yang akan saya teliti yaitu tentang ahmadya yang akhir-akhir ini sering menjadi sasaran “penghabisan” orang-orang karena dianggap ajaran sesat ahmadiyah menganggap nabi Muhammad SAW bukan sebagai Rosul yang terakhir melainkan ada nabi baru yang bernama Mirza Ghulam Akhmad hal ini yang menyebabkan Ummat Islam menjadi geram sebagai mana yang telah dijelaskan dalam Al qur’an dalam surat Al ahzab ayat 40.
“Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu[1223]., tetapi Dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. dan adalah Allah Maha mengetahui segala sesuatu”. Al ahzab ayat 40
[1223] Maksudnya: Nabi Muhammad s.a.w. bukanlah ayah dari salah seorang sahabat, karena itu janda Zaid dapat dikawini oleh Rasulullah s.a.w. hal ini juga disebabkan oleh kemiskinan yang semakin merajalela di Negara kita kekayan hanya di nikmati oleh segelintir orang saja sehingga masyarakat yang kelaparan semakin tidak bisa berfikir secara jernih untuk mengatasi hal-hal seperti ini.
Akan tetapi menurut saya kurang fair apabila ummat ahmadyah di serang hanya gara-gara ajaran mereka tidak sesuai dengan ajaran islam karena mereka juga punya hak warga Negara Indonesia untuk menikmati kehidupannya dengan aman dan tentram sebagai mana yang telah tertuang dalam undang-undang dasar dan pacasila sila pertama yaitu ketuhanan maha esa, tidak bisa disalahkan juga para pelaku penyerangan terhadap warga ahmadyah karena mereka terprovokasi oleh golongan-golongan tertentu yang berkepentingan tertentu atau bahkan ingin memecahbelah kesatuan Indonesia, penyerangan ini menyebabkan perpecahan antar warga dan dapat menghancurkan kerukunan antar umat Beragama. Pertanyaan yang paling mendasar adalah kenapa baru-baru ini terjadi penyerangan besar-besaran terhadap jemaat ahmadyah? padahal Sejauh ini tidak pernah ada sedikitpun gesekan ideologi maupun perdebatan terhadap tata cara beribadah. Mereka hidup rukun tanpa pernah mempermasalahkan apa perlu Qunut atau tidak, apa boleh Tahlilan atau tidak,nyekar ke kuburan boleh atau tidak. Semua berjalan dalam tata cara mereka sendiri. Hubungan kemasyarakatan dan kekerabatan dijaga sedemikian harmonis.
Penyerangan ini merupakan suatu misi golongan tertentu untuk mencapai tujuan mereka, dilihat dari sejarah ahmadyah di Indonesia sudah barang tentu penyerangan ini ada kepentingan politik untuk meruntuhkan persatuan antar umat beragama di Indonesia dan bahkan menghancurkan citra islam yang selama ini terkenal dengan cinta damai. Tidak ingatkah ketika nabi Muhammad menyebarkan agama islam dengan jalan damai dan ingat ketika para wali songo menyebarkan agama islam di Indonesia yang menggunakan budaya local sebagai kendaraan untuk dakwa.
Solusi dari permasalaha tersebut adalah kita harus saling menghargai sesama manusia dan jangan merasa menjadi yang paling benar karena Banyak orang tidak lagi mampu membedakan antara Agama dan rasa keagamaan. Agama itu dari dan wewenang Allah, sedangkan rasa keagamaan adalah produk manusia dalam menafsirkan nilai-nilai agama karena cintanya pada agamanya. Agama adalah produk Allah, manusia tidak memiliki keabsahan untuk membikin agama sendiri. Sedangkan rasa keagamaan melahirkan puisi-puisi, tarian-tarian sufi, tahlilan, Ma'iyahan, dhiba'an. Nabi Muhammad saja sebenarnya tidak memiliki hak mewajibkan orang Islam Shalat. Nabi Muhammad hanya menyampaikan ajaran Islam. Nabi sendiri tidak punya hak karena tidak punya saham atas hidupnya manusia. Karena itu hanya Allah-lah yang punya hak untuk mewajibkan manusia untuk shalat, puasa, zakat. Dan itulah esensi agama yang sesungguhnya.
C. Research Problem dengan menggunakan Paradigma religious
Research Problem yang saya ambil adalah masalah penyebab ahmadiyah diserang oleh kelompok- kelompok yang diduga sudah terencana dan mengandung unsur politik seperti yang telah di jelaskan diatas jika dilihat dari paradigma religious kejadian tersebut di sebabkan oleh ketamakan dan keserakahan manusia dan menyebabkan kerusakan di bumi seperti yang di jelaskan dalam alqur’an “Ingatlah, Sesungguhnya mereka Itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar”.al baqoro ayat 12. Seharusnya kita sebagai ummat islam jangan selalu menjadi yang paling benar dan menyalahkan orang lain tidak dapat dipungkiri lagi bahwasannya ajaran yang di anut oleh warga ahmadiyah tidak sesuai dengan ajaran isalam yang di bawa oleh nabi Muhammad SAW akan tetapi kita tetap harus menggunakan pendekatan yang di peraktekkan nabi Muhammad SAW dalam menyebarkan ajaran agama di dunia beliau selalu sabar dalam menghadapi kaum kafir dan juga kita harus menggunakan pendekaatan yang di pakai oleh wali songo dalam menyebarkan agama di tanah jawa allah juga berfirman dalam surat al-baqoro ayat 256 :

256. tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); Sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. karena itu Barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut[162] dan beriman kepada Allah, Maka Sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang Amat kuat yang tidak akan putus. dan Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui.

[162] Thaghut ialah syaitan dan apa saja yang disembah selain dari Allah s.w.t.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar